Kolaborasi Tanpa Tatap Muka Bersama Domainesia

Berbicara tentang serunya hidup di era digital tentunya akan sangat banyak sekali keseruan di dalamnya. Keseruan tersebut bisa bermacam-macam bentuknya. Mulai dari kemudahan mencari hiburan, berkomunikasi dan bersosialisasi, berbelanja hingga bekerja dan berkolaborasi tanpa tatap dengan pihak lain, termasuk Domainesia.

Terkait dengan serunya hidup di era digital, pada halaman ini saya tidak akan mengulas semua keseruan di atas. Yang akan saya ulas di sini adalah tentang bagaimana serunya bekerja dan berkolaborasi tanpa tatap muka bersama Domainesia.

Judul ini saya pilih karena ini adalah keseruan yang benar-benar saya rasakan secara langsung bersama Domainesia.

Jadi ceritanya di awal tahun 2018 ini, tepatnya di bulan Februari 2018, KIRIM.EMAIL, tempat saya bekerja menjalin kerjasama dengan Domainesia. Namun sebelum saya ceritakan bagaimana kami berkolaborasi, saya berikan dulu gambaran tentang apa itu KIRIM.EMAIL.

Tentang KIRIM.EMAIL

KIRIM.EMAIL adalah sebuah perusahaan lokal Indonesia yang bergerak di bidang layanan email marketing. Di KIRIM.EMAIL cara kami bekerja cukup unik dan anti mainstream. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan kebanyakan. Jika perusahaan pada umumnya memiliki kantor untuk semua kegiatannya. Semua pimpinan dan karyawan bekerja dalam satu kantor yang sama.Tetapi tidak dengan cara kerja di KIRIM.EMAIL. Kami juga punya kantor, tetapi bedanya dengan perusahaan lainnya adalah kantor kami berupa kantor digital. Jadi semua aktivitas operasional sehari-hari semuanya kami kerjakan melalui kantor digital ini.

Tidak hanya itu, tim yang bekerja di KIRIM.EMAIL tidak berada dalam satu kota. Memang ada beberapa yang tinggal se-kota, tetapi intensitas bertemunya tidak sesering orang-orang yang kerja kantoran pada umumnya.

Tim kami tersebar di 11 kota berbeda dan dalam 2 zona waktu yang berbeda pula. Bahkan selama lebih dari 1,5 tahun bekerja di KIRIM.EMAIL, saya malah belum pernah sekalipun bertemu dengan pimpinan maupun rekan kerja lainnya.

Mengapa bekerja dan kolaborasi tanpa tatap muka itu seru?

Bekerja dan berkolaborasi tanpa tatap muka seperti ini bagi saya sangatlah istimewa dan seru. Ini adalah sebuah contoh nyata dari serunya hidup di era digital.

Dengan pola kerja dan kolaborasi seperti ini ada banyak hal yang bisa saya dapatkan, diantaranya :

  • Work – Life balance. Keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan. Saya bisa mengatur kapan waktunya kerja, kapan waktunya untuk keluarga, kapan waktunya untuk beribadah dan kapan waktunya bersosialisasi dengan tetangga. Semuanya serba fleksibel.
    Dan menurut saya pribadi, ketika keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan terjadi, maka inilah kebahagiaan yang sesungguhnya. Berkarya dan uang dapat, keluarga dan beribadah dapat, kehidupan bermasyarakatpun juga dapat. 

Keseruan seperti ini mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya tidak hidup di era digital seperti sekarang ini.
  • Kebebasan. Saya adalah orang yang tidak terlalu senang memakai hem, berdasi apalagi pakai jas dan sepatu. Saya lebih suka pakai kaos, celana kolor dan sandal jepit. Kebebasan seperti inilah yang bisa saya dapatkan dengan pola kerja dan kolaborasi tanpa tatap muka. Dimana saja, kapan saja dan menggunakan apa saja saya bisa tetap bekerja asalkan tetap terkoneksi dengan internet.
    Bahkan dalam satu kesempatan, saya pernah bekerja dari rumah sakit sambil menunggu antrian terapi. Karena beberapa waktu yang lalu saya sempat mengalami sakit yang cukup lama dan tidak bisa kemana-mana. Seperti yang kita ketahui bersama bagaimana antrian di rumah sakit. Ada yang datang pagi, pulangnya hampir sore. Artinya sebagian besar waktu saya dulu habis hanya untuk menunggu antrian.Kalau ini tidak digunakan untuk bekerja maka sia-sia waktu saja. 

Dan untungnya tidak ada pasien lain yang terganggu dengan apa yang saya lakukan dulu. Bekerja dari rumah sakit. Inilah kebebasan yang saya anggap sebagai sebuah keseruan di era digital.
  • Lebih produktif. Saya merasa kerja dan kolaborasi tanpa tatap muka itu lebih produktif jika dibandingkan dengan kerja saling berhadap-hadapan. Bagaimana tidak, ketika ada beberapa orang berkumpul maka mulailah terjadi distraksi. Dan distraksi ini yang menyebabkan tidak produktif.
    Sebagai contoh ketika kita di bangku SMA dulu. Ketika ada jam kosong dari salah satu guru dan sebagai gantinya kita diberikan tugas, maka tidak mungkin semua siswa dalam satu kelas tersebut diam mengerjakan. Pasti ada yang membuat ulang, ada yang ngobrol dan ada juga yang mengerjakan tugas.Dan Sudah pasti kondisi seperti ini sangatlah mengganggu orang-orang yang sedang konsentrasi mengerjaakan tugasnya. 

Kalau ini kita bawa di dunia kerja, kondisinya juga tidak akan jauh berbeda dengan kondisi ketika kelas tidak ada gurunya.

Kolaborasi tanpa tatap muka bersama Domainesia

Kembali ke cerita di awal tadi bahwa saya pernah mempunyai pengalaman bekerja dan kolaborasi dengan Domainesia. Waktu itu kami di KIRIM.EMAIL sedang mempunyai satu projek yang bernama Super Email Marketer.

Super Email Marketer adalah sebuah program pelatihan online yang materinya cukup lengkap. Tidak hanya tentang email marketing juga tetapi juga ada materi tentang bagaimana cara membuat blog, bagaimana mendatangkan traffic dengan Facebook Ads dan SEO, dan lain sebagainya.

Terkait dengan kursus online ini, kami bekerja sama dengan Domainesia sebagai penyedia domain dan hosting murah. Kolabari sini bernama KIRIM.EMAIL x DomaiNesia. Bahkan dari kolaborasi ini antara saya dengan tim Domainesia seperti mas Bimo dan mas Willih juga belum pernah bertemu dan bertatap muka sampai saat ini. Padahal stempat tinggal saya dengan kantornya Domainesia itu cukup dekat. Saya di Klaten dan Domainesia di Jogja. Hanya sekitar 30 menit perjalanan saja.

Keseruan yang saya dapatkan dari kolaborasi tanpa tatap muka bersama Domainesia ini adalah bahwa 2 perusahaan berbeda yang timnya belum pernah bertemu sebelumnya bisa saling percaya, bisa saling bekerja sama, bisa saling bertukar data dan informasi yang hasil akhirnya adalah sebuah robot Telegram yang bernama Rubah Merah.

Bagi saya pribadi kolaborasi tanpa tatap muka bersama Domainesia ini merupakan salah satu pengalaman paling seru dan tak terlupakan sepanjang hidup.

Tips kerja dan kolaborasi tanpa tatap muka

Kolaborasi yang kami lakukan bersama Domainesia membuktikan satu hal Bahwa di era digital semua kemungkinan bisa terjadi. Kami yang sama-sama belum pernah bertemu bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa dan bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kami bisa maka Andapun juga bisa.

Berikut ini kami ada beberapa tips jika Anda juga ingin membangun sistem kerja dan kolaborasi tanpa tatap muka.

Tumbuhkan rasa percaya pada orang lain

Rasa percaya pada orang lain merupakan modal utama ketika Anda ingin membangun sistem kerja dan kolaborasi tanpa tatap muka. Tanpa memiliki rasa percaya dengan orang lain maka sebagus apapun ide dan sebanyak apapun tim yang kita miliki tidak akan berguna nantinya.

Menjaga profesionalitas dan kredibilitas

Dengan bekerja dan berkolaborasi tanpa tatap muka bukan berarti kita kerja semau kita. Mentang-mentang tidak diawasi kita kerjanya asal-asalan. Bukan seperti itu. Biarpun kerja dan kolaborasi tanpa tatap muka kita wajib menjaga profesionalitas dan juga kredibilitas kita. Karena kita kerja tidak untuk kita sendiri. Kita kerja untuk tim. Kita bermasalah, maka tim yang lain juga akan kena getahnya.

Gunakan platfrom

Faktanya saat ini kita hidup di era platform. Saat ini ada banyak sekali platform yang bisa kita pakai untuk bekerja dan kolaborasi tanpa tatap muka. Ada Telegram, Workplace by Facebook, Trello, Asana sampai Basecamp. Semuanya itu bisa kita gunakan untuk mendukung pola kerja dan kolaborasi kita.

Itulah sedikit cerita dari pengalaman saya terkait serunya hidup di era digital. Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan ini bermanfaat untuk Anda yang membaca tulisan ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.